Tikus merupakan jenis binatang pengerat yang menjadi binatang pengganggu, baik di rumah maupun dipersawahan. Binatang ini mempunyai gigi pengerat yang akan selalu tumbuh apabila tidak diasah atau digunakan untuk mengasah sesuatu.

Selain itu, tikus juga binatang yang cepat sekali berkembang biak. Dalam sekali kelahiran, setidaknya ada 4-12 anakan tikus dari satu induk.

Dan setelah 48 hari tikus betina sudah siap untuk bunting lagi, sehingga populasinya dapat bertambah banyak dalam waktu singkat.

Tanaman padi yang diserang tikus biasanya dimulai dari tengah kemudian baru ke pinggir. Serangan tikus bisa pada awal tanam ataupun setelah berbuah. Akhir-akhir ini, tikus tidak hanya menyerang tanaman padi, bahkan tanaman cabai dan tembakaupun tidak luput dari serangan tikus.

Desa Jatitengah Kecamatan Sugihwaras juga sudah mengalami serangan hama tikus. Bermula dari musim tembakau tahun lalu dan bertambah banyak ketika musim tanam padi tiba. Banyak petani yang mengeluhkan tanamannya mengalami kerusakan ringan hingga sedang akibat adanya hama tikus.

Maka dari itu, pada hari kamis, 13 Februari 2020 kelompoktani Jati Makmur Satu mengadakan gerakan pengendalian missal pengumpanan tikus yang dihadiri oleh penyuluh kecamatan Sugihwaras, POPT Kabupaten bojonegoro, kepala desa Jatitengah, Babinsa dan Babinkamtibmas.

Dalam kegiatan tersebut, warga desa Jatitengah antusias karena mendapatkan bantuan odentisida (racun untuk mengendalikan tikus) untuk menekan populasi tikus.

Dalam aplikasi dilapang, rodentisida ada yang bisa langsung digunakan sebagai umpan, tinggal dialasi dan ditutup dengan sekam dan ada yang harus dicampur dengan pakan. Namun yang pasti, dalam aplikasi umpan harus menggunakan sarung tangan, sebab jika langsung terkena telapak tangan, biasanya tikus dapat mengenali bau manusia, sehingga umpan tidak dimakan.

Murjito, S.Pt sebagai korluh kecamatan Sugihwaras menyampaikan akan berusaha untuk mempermudah apabila ada permohonan untuk melakukan gerakan pengendalian hama dan penyakit yang diajukan oleh petugas POPT Kecamatan, karena hal tersebut memang dibutuhkan oleh masyarakat. Sedangkan koordinator POPT Kabupaten Bojonegoro menekankan bahwa pengendalian tikus harus secara serentak, bersama-sama dan berkelanjutan.

Oleh LULUK ARDIANA, A.Md-Penyuluh Pertanian Kec. Sugihwaras


By Admin
Dibuat tanggal 13-02-2020
805 Dilihat
Bagaimana Tanggapan Anda?
Sangat Puas
34 %
Puas
37 %
Cukup Puas
5 %
Tidak Puas
24 %