dinperta.bojonegorokab.go.id — Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bojonegoro menghadiri kegiatan Sarasehan Petani Mandiri bersama Petani Pelopor yang diselenggarakan di Desa Klepek, Kecamatan Sukosewu pada Jumat, 20 Februari 2025. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan ketahanan pangan melalui pengembangan pertanian ramah lingkungan dan peningkatan kesejahteraan petani.

Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bojonegoro, Zaenal Fanani, S.Pi., M.P., Kepala Desa Klepek, Kepala Dusun Sidomukti Desa Klepek, Pengurus Joglo Tani, Manager Program Kitabisa, perwakilan Tim Kerja Penyuluhan Pertanian Kabupaten Bojonegoro, Kepala Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Sukosewu bersama Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) se-Kecamatan Sukosewu.

Kegiatan diawali dengan pembukaan, dilanjutkan sambutan Kepala Desa Klepek, sambutan Manager Program Kitabisa, sambutan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bojonegoro, panen raya bersama petani pelopor, kunjungan ke posko sarana produksi dan greenhouse, serta peletakan batu pertama pembangunan rumah pompa bertenaga surya.

Pendampingan Pertanian Berkelanjutan

Dalam sambutannya, Manager Program Kitabisa menyampaikan bahwa Kitabisa.com merupakan platform crowdfunding dan donasi online yang berkontribusi dalam berbagai kegiatan sosial di Indonesia. Bersama Joglo Tani Yogyakarta sebagai mitra strategis, dilakukan pendampingan pertanian ramah lingkungan berkelanjutan di Dusun Klepek, Kecamatan Sukosewu.

Program ini diharapkan dapat menjadi jembatan kolaborasi antara pemerintah, perangkat desa, tenaga ahli, dan masyarakat. Pada tahun pertama, pendampingan difokuskan pada sektor pertanian, dengan peluang pengembangan ke sektor lain seperti peternakan, pengairan, dan penyediaan bibit secara mandiri.

Strategi Ketahanan Pangan dan Peningkatan Kesejahteraan Petani

Dalam sambutannya, Zaenal Fanani, S.Pi., M.P. menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berhasil meraih penghargaan Satyalancana Wira Karya atas kontribusi peningkatan produksi padi sebesar 24 persen.

Untuk mendukung ketahanan pangan daerah, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bojonegoro menerapkan beberapa strategi, antara lain:

  • Peningkatan produksi melalui penggunaan varietas padi hibrida yang terbukti mampu meningkatkan produktivitas secara signifikan.

  • Peningkatan Nilai Tukar Petani (NTP) melalui penerapan pertanian ramah lingkungan guna meningkatkan kesejahteraan petani.

Panen padi bersama petani pelopor Desa Klepek menunjukkan keberhasilan penerapan budidaya pertanian ramah lingkungan dengan pengurangan penggunaan pupuk kimia hingga 50 persen tanpa penggunaan herbisida, insektisida, dan fungisida. Pengendalian hama dilakukan menggunakan bahan alami yang dapat diproduksi secara mandiri oleh petani.

Berdasarkan hasil ubinan, produksi padi diproyeksikan mencapai sekitar 9,28 ton per hektare. Hasil tersebut dinilai sangat menggembirakan karena mampu meningkatkan produktivitas sekaligus menekan biaya produksi petani.

Dukungan Infrastruktur Pertanian

Kegiatan juga ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan rumah pompa bertenaga surya yang diharapkan dapat membantu mengatasi kendala kekurangan air bagi petani di Dusun Sidomulyo, Desa Klepek, Kecamatan Sukosewu.

Pembangunan sarana tersebut diharapkan mampu meningkatkan ketersediaan air irigasi serta mendukung keberlanjutan kegiatan pertanian di wilayah tersebut.

Melalui kegiatan sarasehan dan panen raya ini, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berharap praktik pertanian ramah lingkungan dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi peningkatan produksi, kesejahteraan petani, serta ketahanan pangan daerah.


By Admin
Dibuat tanggal 21-02-2026
67 Dilihat
Bagaimana Tanggapan Anda?
Sangat Puas
33 %
Puas
36 %
Cukup Puas
4 %
Tidak Puas
27 %