dinperta.bojonegorokab.go.id — Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bojonegoro memfasilitasi pelaksanaan Pelatihan Operasional Traktor Roda Empat (4WD) Rotary bagi Kelompok Tani Sri Rahayu di Desa Pacul, Kecamatan Bojonegoro. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan petani dalam mengoperasikan dan merawat alat dan mesin pertanian (alsintan) bantuan pemerintah secara optimal dan berkelanjutan.
Pelatihan dilaksanakan oleh PT Rutan selaku penyedia dan pabrikan traktor roda empat merek ISEKI, sebagai bagian dari kewajiban penyedia barang setelah penyaluran alsintan kepada kelompok tani penerima manfaat.
Dalam sambutannya, Ibu Tatik Kasiati, Sub Koordinator Pupuk dan Sarana Alat dan Mesin Pertanian, menyampaikan bahwa pelatihan ini penting untuk memastikan alsintan dapat dimanfaatkan sesuai fungsi dan standar operasional. Selain penguasaan teknis pengoperasian, peserta juga dibekali pengetahuan mengenai perawatan dan pemeliharaan alat agar usia pakai alsintan dapat lebih panjang.
Lebih lanjut disampaikan bahwa kelompok tani diharapkan memiliki lebih dari satu operator yang mampu mengoperasikan traktor roda empat. Hal ini dimaksudkan untuk menjamin kesiapsiagaan operasional di lapangan sehingga kegiatan pengolahan lahan tidak terhambat apabila operator utama berhalangan.
Terkait kebutuhan bahan bakar, dijelaskan bahwa traktor roda empat menggunakan BBM jenis solar yang pengadaannya dapat difasilitasi melalui surat rekomendasi pembelian BBM sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Meskipun bantuan alsintan diberikan secara gratis oleh pemerintah, dalam pelaksanaannya tetap diperlukan biaya operasional seperti BBM, jasa operator, serta perawatan alat.
Oleh karena itu, kelompok tani diimbau untuk melakukan musyawarah dan kesepakatan bersama dalam menentukan besaran biaya jasa pengolahan lahan di tingkat kelompok, dengan tetap mengedepankan asas keterjangkauan agar manfaat bantuan dapat dirasakan secara merata oleh petani.
Melalui pelatihan ini diharapkan alsintan bantuan pemerintah dapat dimanfaatkan secara efektif, efisien, dan berkelanjutan, serta mampu mendorong peningkatan produktivitas pertanian dan kemandirian petani di Kabupaten Bojonegoro.
|
|
|
|
|
Sangat Puas
33 % |
Puas
36 % |
Cukup Puas
4 % |
Tidak Puas
27 % |