dinperta.bojonegorokab.go.id - Provinsi Jawa Timur melaksanakan Gerakan Percepatan Tanam Serempak Seluruh Kabupaten/Kota se-Jawa Timur pada Kamis, 23 April 2026 pukul 08.30 WIB. Kegiatan ini dipusatkan di Kabupaten Ngawi, tepatnya di Desa Kemarang, Kecamatan Kedunggalar, dan diikuti semua kabupaten kota se-Jawa Timur. Sebanyak 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur tercatat mengikuti kegiatan ini secara serentak, meliputi Kabupaten Ngawi, Bojonegoro, Jember, Lamongan, Tuban, Sumenep, Jombang, Lumajang, Sidoarjo, Nganjuk, Ponorogo, Kabupaten Blitar, Madiun, Kota Surabaya, Kota Malang, Kota Batu, Magetan, Kabupaten Kediri, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Situbondo, Kota Kediri, Kabupaten Bondowoso, Kabupaten Gresik, Kota Mojokerto, Kabupaten Probolinggo, Kota Madiun, Kabupaten Malang, Kabupaten Pasuruan, Kota Blitar, Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Bangkalan, Pacitan, Bojonegoro, Trenggalek, Banyuwangi, Sampang, dan Kota Probolinggo.

Kabupaten Bojonegoro turut bergabung melalui video conference dan selanjutnya mengimplementasikan gerakan tanam secara langsung di lapangan. Gerakan tanam di Kabupaten Bojonegoro dilaksanakan di lahan sawah Desa Kapas, Kecamatan Kapas, dengan melibatkan Kelompok Tani Bakti Makmur. Turut hadir secara langsung Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bojonegoro, Danramil, Kapolsek, perwakilan BRMP, Katimker, Kades Kapas, PPL dan Poktan Bakti Makmur. Rangkaian acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan dengan doa bersama, kemudian pelaksanaan penanaman padi bersama di lahan sawah.


Pelaksanaan Gerakan Percepatan Tanam Serempak di Desa Kapas, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Pada tanggal 23 April 2026

Gerakan ini menjadi bagian dari upaya Jawa Timur mengejar target luas tanam padi Tahun 2026 sebesar 2,8 juta hektar yang ditetapkan oleh Kementerian Pertanian. Provinsi Jawa Timur sendiri menyatakan kesanggupan sebesar 2,4 juta hektar, sehingga masih terdapat kekurangan sekitar 400.000 hektar yang perlu dikejar melalui peningkatan Indeks Pertanaman (IP) dan produktivitas lahan.

Jawa Timur telah membuktikan ketangguhannya di sektor pertanian dengan menjadi provinsi penghasil padi nomor satu se-Indonesia selama empat tahun terakhir. Namun demikian, posisi ini tidak luput dari tantangan, mengingat Jawa Barat mulai mengincar posisi teratas, sementara luas baku sawah Jawa Timur juga mengalami penurunan dari 1,2 juta hektar menjadi 1.068.000 hektare berdasarkan peraturan ATR/BPR terbaru.

Kepala Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan (BBPOPT) Kementerian Pertanian RI yang sering disapa dengan panggilan Gus Yuris selaku penanggung jawab swasembada pangan Provinsi Jawa Timur menegaskan bahwa kunci menghadapi tantangan tersebut adalah dengan meningkatkan Indeks Pertanaman dan produktivitas, bukan sekadar perluasan lahan. Seluruh pemangku kepentingan diminta bersinergi demi mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan.

Tak hanya pendekatan teknis, gerakan ini juga mengedepankan pendekatan spiritual. Konsep sawah bersolawat yang mengintegrasikan doa dan sholawat dalam kegiatan pertanian turut diperkenalkan, sejalan dengan program ngaji tani yang dikembangkan oleh LPPNU (Lembaga Pengembangan Pertanian NU) Wilayah Jawa Timur.

Di sisi lain, antisipasi terhadap ancaman El Nino yang diperkirakan mencapai puncaknya pada Juli-Agustus 2026 menjadi salah satu perhatian utama. Petani di daerah yang berpotensi mengalami masa kritis kebutuhan air diarahkan untuk berkoordinasi dengan Brigada Alsintan, Dinas Pertanian Kabupaten, maupun Balai Wilayah Sungai (BWS) guna mendapatkan bantuan pompa air dan pengaturan irigasi.

Pemerintah juga mendorong penerapan Pertanian Ramah Lingkungan Berkelanjutan (PRLB) yang terbukti meningkatkan kesuburan tanah secara signifikan, pengembangan sumur dalam sebagai alternatif mengurangi ketergantungan pada solar, serta pemanfaatan listrik untuk pertanian (Electricity for Farming) sebagai sumber pengairan yang lebih efisien. Penggunaan musuh alami seperti rumah burung hantu untuk pengendalian hama tikus juga turut dipromosikan sebagai bagian dari pertanian berkelanjutan.

Gerakan percepatan tanam ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus mempertahankan posisi Jawa Timur sebagai provinsi produsen padi terbesar di Indonesia.


By Admin
Dibuat tanggal 24-04-2026
12 Dilihat
Bagaimana Tanggapan Anda?
Sangat Puas
33 %
Puas
36 %
Cukup Puas
4 %
Tidak Puas
27 %