dinperta.bojonegorokab.go.id – Langkah nyata menuju modernisasi sektor pertanian terus digencarkan. Pada Sabtu (25/7), digelar kegiatan Sekolah Lapang Smart Farming Budidaya Tanaman Cabai Rawit Tahun 2026 yang berlokasi di Rumah Produksi Tani Mandiri Wiragatama, Desa Klepek, Kecamatan Sukosewu. Melalui kegiatan ini, para petani—khususnya generasi muda tani—diajak untuk mulai beralih dari metode budidaya konvensional menuju sistem pertanian berbasis data dan ketepatan presisi (data-driven & precision farming).

Dalam tahap pemeliharaan rutin, pendampingan berfokus pada 5 Pilar Monitoring Pertumbuhan dan Pemeliharaan Tanaman, antara lain:

  1. Pengamatan Pertumbuhan (Early Warning System). Pengamatan berkala meliputi pengukuran tinggi tanaman, jumlah daun, pembentukan cabang utama (branching), hingga kemunculan tunas air. Hal ini bertujuan memastikan fase vegetatif berjalan optimal sekaligus mendeteksi dini potensi serangan hama atau penyakit.
  2. Monitoring Kelembapan dan Suhu. Memanfaatkan teknologi alat ukur digital dan sensor smart farming, petani dapat memantau suhu udara serta kelembapan tanah (soil moisture) secara real-time. Langkah ini penting untuk mencegah lingkungan terlalu lembap yang memicu jamur, sekaligus menghindarkan tanaman dari stres kekeringan.
  3. Irigasi dan Fertigasi Presisi  Penerapan sistem irigasi tetes (drip irrigation) yang terintegrasi langsung dengan pemupukan (fertigasi) membuat pemberian air dan nutrisi menyasar langsung ke area perakaran sesuai kebutuhan harian tanaman. Sistem ini terbukti menghemat sumber daya dan mencegah pemborosan pupuk.
  4. Pemupukan Vegetatif Terukur. Fokus pada pemberian nutrisi dengan rasio Nitrogen (N) dan Fosfat (P) yang berimbang guna merangsang pembentukan akar, batang, dan daun yang kokoh sebagai fondasi sebelum memasuki fase generatif (pembungaan dan pembuahan).
  5. Pencatatan Data (Data Logging). Seluruh aktivitas pertanaman, grafik pertumbuhan, iklim mikro, hingga jadwal pemupukan didokumentasikan secara teratur. Data ini menjadi bahan evaluasi agar pola budidaya yang sukses dapat terus diperbaiki dan direplikasi pada musim tanam berikutnya.

Mendorong Kemandirian Petani Muda

Melalui program Sekolah Lapang Smart Farming ini, para petani tidak hanya belajar teknis bercocok tanam, tetapi juga dilatih mengelola usaha tani cabai rawit secara modern, efisien, dan terukur. Langkah transformasi ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas hasil panen sekaligus mendongkrak kesejahteraan petani lokal di wilayah Sukosewu dan sekitarnya.


By Admin
Dibuat tanggal 26-07-2026
0 Dilihat
Bagaimana Tanggapan Anda?
Sangat Puas
35 %
Puas
35 %
Cukup Puas
4 %
Tidak Puas
26 %