Kejarangan itu adalah sebuah nilai yang mahal. Hal ini sangat cocok bagi petani tembakau Desa Balenrejo, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro. Biasanya areal sawah Desa Balenrejo saat Musim Kemarau II mayoritas petani menanam Kedelai dan Kacang Hijau. Untuk musim ini ada beberapa petani yang beralih menanam bahan utama rokok itu.

Dan saat panen pertama (gowokan) seperti sekarang ini harganya juga relatif mahal, Rp. 3.500,-/kilogram daun basah. Rasa daun tembakau memang pahit, tetapi harganya manis atau mahal.

Salah satu petani yang menanam tembakau adalah Kasmuri, yang juga bendahara kelompok tani Dewi Sri IV Balenrejo. Ia merasa senang dan bersyukur dengan harga tembakau yang mahal seperti sekarang ini. Selain itu sejak awal pertumbuhanya juga bagus. Kasmuri menanam varietas CK sebanyak 14.000 batang. Dulu bibitnya bantuan dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bojonegoro. Ia menjual tembakaunya keadaan daun basah.

"Alhamdulillah, sekarang harganya Rp. 3.500,-, Ini pemetikan yang pertama (gowokan).  Mendapatkan sekitar 250 kilogram setelah ditimbang tadi," kata Kasmuri, Rabu (23/8/2023).

Hal yang sama juga dirasakan oleh Sofyan, petani Desa Margomulyo, Kecamatan Balen.  Beda dengan Kasmuri, Sopyan lebih senang menjual hasil panen tembakaunya berupa rajangan. Ia menanam varietas BAT 08 sebanyak 14.000 batang.

"Perlu tambahan kerja keras memang, tetapi harganya lebih mahal. Saya rajang sendiri, karena sejak muda saya juga sudah biasa merajang tembakau. Saat ini harga sekitar Rp. 38.000," kata Sopyan yang juga bendahara Kelompok Tani Sumber Mulyo I Margomulyo.


By Admin
Dibuat tanggal 28-08-2023
671 Dilihat
Bagaimana Tanggapan Anda?
Sangat Puas
29 %
Puas
43 %
Cukup Puas
6 %
Tidak Puas
23 %