H |
idroponik berasal dari bahasa Yunani yaitu hydro yang berarti air dan ponos yang artinya daya. Hidroponik juga dikenal sebagai soilless culture atau budidaya tanaman tanpa tanah. Jadi hidropnik berarti budidaya tanaman yang memanfaatkan air dan tanpa menggunakan tanah sebagai media. Dengan memenuhi kebutuhan nutrisi (unsur hara) setiap tanaman dapat tumbuh dengan baik walaupun tidak menggunakan media tanah. Selain nutrisi unsur lain yang harus diperhatikan antara lain adalah kebutuhan oksigen, air dan sinar matahari.
Kelebihan tanaman hidroponik antara lain ramah lingkungan, hemat air karena penggunaan air hanya 1/20 dari tanaman biasa, efisiensi tenaga dan waktu, tidak membutuhkan tempat yang luas, dapat ditanam dimana saja, pertumbuhan tanaman lebih cepat dan kualitas hasil tanaman dapat terjaga, tidak mengenal musim dan lain-lain.
6 DASAR SISTEM HIDROPONIK
Sistem paling sederhana ini merupakan sistem pasif/tidak bergerak dengan memanfaatkan daya kapilaritas sumbu untuk menyerap larutan nutrisi.
Sistem ini juga merupakan sistem sederhana namun bersifat aktif/bergerak dengan cara mengapungkan tanaman dengan menggunakan styrofoam di atas permukaan larutan nutrisi, serta dengan memasang pompa udara/aerator untuk ketersediaan oksigen terlarut bagi tanaman.
Sistem dimana larutan nutrisi diberikan dengan cara menggenangi/merendam media tanam (zona akar) untuk beberapa waktu tertentu, setelah itu larutan nutrisi tersebut dialirkan kembali ke bak penampungan.
Sistem ini dilakukan dengan cara menyiram tanaman dengan meneteskan larutan nutrisi. Biasanya digunakan pompa dan pengontrol waktu untuk mengaturnya.
Sistem dimana larutan nutrisi diberikan sangat dangkal/tipis dan mengalir terus menerus. Keuntungan dari sistem NFT adalah tercukupinya pasokan air, oksigen dan nutrisi pada akar tanaman yang terkena.
Sistem ini merupakan sistem hidroponik yang menggunakan teknologi tinggi. Seperti pada sistem NFT, namun akar yang menggantung di udara dikabutkan dengan larutan nutrisi. Pengabutan dilakukan dengan pengaturan waktu.
MEDIA TANAM HIDROPONIK
Beberapa contoh media tanam hidroponik yaitu : Arang sekam, Rock wool, spon/busa, Serbuk serabut kelapa, Zeolite, Pecahan genteng/batu bata, Kerikil, Serbuk serat pakis, dll.
NUTRISI HIDROPONIIK
Larutan nutrisi terdiri dari berbagai garam pupuk yang dilarutkan ke dalam air dan digunakan sebagai sumber nutrisi bagi tanaman yang dibudidayakan secara hidroponik. Nutrisi untuk tanaman hidroponik disesuaikan dengan kebutuhan unsur hara setiap tanaman, sehingga tanaman bisa optimal pertumbuhannya. Nutrisi hidroponik biasa disebut nutrisi AB mix yang oleh formulatornya disesuaikan dengan jenis tanaman.
CONTOH MENANAM HIDROPONIK DENGAN WICK SYSTEM
”Hidroponik sebagai jawaban kebutuhan akan pangan masa depan, bukan suatu keharusan tetapi sebagai sebuah solusi”
…..SELAMAT MENCOBA, SEMOGA BERMANFAAT…..
*Dibuat oleh : Indhah Sulistyorini (PPL Kec. Malo)
(Nomer HP/WA : 08125244054)
**Sumber : dari berbagai sumber
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
Sangat Puas
34 % |
Puas
37 % |
Cukup Puas
5 % |
Tidak Puas
24 % |