Pada musim tanam ke III, tepatnya dimusim kemarau, biasanya petani di Kelompok Tani Sumber Makmur Desa Kedungbondo Kecamatan Balen Kabupaten Bojonegoro hanya menanam satu jenis komoditi, yaitu palawija. Lebih tepatnya adalah tanaman kedelai. Namun berbeda dengan musim kemarau tahun ini, petani anggota Kelompok Tani Sumber Makmur terbagi menjadi tiga kelompok budidaya, yaitu budidaya komoditi padi, komoditi palawija (kedelai dan kacang hijau), dan komoditi hortikultura (tomat, cabai, dan semangka).

Musim kemarau sebelumnya, lahan sawah di Kelompok Tani Sumber Makmur hanya mengandalkan aliran air dari aliran irigasi Waduk Pacal. Ditinjau dari letaknya, lahan sawah, wilayah Poktan Sumber Makmur Desa Kedungbondo berada di paling ujung dari aliran irigasi Waduk Pacal. Tentu saja jika ada pergiliran aliran air ke wilayah Poktan tersebut, debitnya sangat kecil. Bahkan cenderung aliran air dari Waduk Pacal tidak bisa menjangkau sampai ke wilayah Poktan Sumber Makmur.

Kondisi semacam itu menyebabkan petani tidak punya pilihan lain, saat musim tanam ke III (musim kemarau), lebih memilih menanam palawija. Karena tanaman palawija lebih sedikit kebutuhan airnya. Bahkan terkadang sebagian petani ada yang membiarkan lahannya terbengkalai tidak ditanami (bera).

Untuk musim tanam ke III tahun ini, ada terobosan baru dari Pemerintah Desa Kedungbondo Kecamatan Balen. Ada perluasan wilayah arealan dari air Bengawan Solo, diantaranya untuk sebagian wilayah Poktan Sumber Makmur. Sehingga mereka berani menanam komoditi padi pada musim kemarau ini (gadu), karena kebutuhan airnya tercukupi.

Khususnya untuk budidaya tanaman semangka, di Kelompok Tani Sumber Makmur merupakan hal yang baru. Artinya musim-musim sebelumnya belum pernah ada yang berani mencoba membudidayakan tanaman tersebut.

Diawali dari keinginan tiga orang petani anggota Poktan Sumber Makmur, yaitu Bapak Sigit Rachmanto, Bapak Margono, dan Bapak Sudirman, yang ingin mencoba hal yang baru dalam berbudidaya tanaman. Mereka yang biasanya hanya tanam padi atau kedelai, mencoba membudidayakan tanaman hortikultura khususnya semangka. Pada minggu pertama di bulan Agustus tahun 2020 ini mereka memulai dengan menanam benih semangka secara langsung di lahan. Meskipun dengan bekal pengetahuan yang minim tentang budidaya tanaman semangka, tetapi mereka yakin dan bertekad membudidayakan tanaman semangka tersebut dengan baik dan benar. Tentu saja disertai pendampingan dari Petugas Penyuluh Pertanian yang ada.

Penyuluh sangat mengapresiasi kerja keras mereka yang bersedia mencoba hal baru yaitu membudidayakan tanaman semangka yang sebelumnya tidak pernah mereka lakukan. Hal itu dibuktikan dengan disusunnya sebuah buku tentang cara budidaya tanaman semangka oleh Penyuluh Pertanian yang bersangkutan.

Harapannya dengan buku tersebut petani bisa mempelajari dan mempraktekkan cara berbudidaya tanaman semangka dengan baik dan benar. Sehingga kedepannya dari ketiga petani tersebut bisa menjadi inspirasi bagi petani yang lain sehingga bersedia beralih dari yang biasa menanam padi dan palawija, menjadi bisa dan biasa menanam tanaman hortikultura seperti semangka.

Oleh : Edi Firdos Iswanto, SP-Penyuluh Pertanian Kec. Balen


By Admin
Dibuat tanggal 26-08-2020
635 Dilihat
Bagaimana Tanggapan Anda?
Sangat Puas
34 %
Puas
37 %
Cukup Puas
5 %
Tidak Puas
24 %